Kehidupan
untuk Cachoeira
“ THE BURNING
SEASON”
Judul film : The Burning Season
Sutradara : John Frankenheimer
Tahun produksi : 1994
Rumah produksi : Warner Bros, USA
Durasi : 118 menit
A.
Setting
Cachoeira-Xapuri, merupakan tempat di sekitar
hutan Amazon yang tepatnya berada di Brazil. Daerah ini terdapat banyak pohon
karet, sehingga para penduduk sekitar kebanyakan bekerja sebagai penyadap
karet.
B.
Narasi film
Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata di
kawasan Hutan Hujan Amazon. Kisah yang penuh dengan perjuangan penduduk
Cachoeira untuk mempertahankan sumber kehidupan. Kisah yang menceritakan
bagaimana Cicho Mendes dan penduduk melakukan perlawanan tanpa kekerasan. Dari
sini mereka akan melakukan sebuah perubahan besar, untuk Brazil dan Dunia.
Hutan Hujan Amazon, menjadi rumah untuk para penyadap
karet di Cachoeira. Di hutan ini mereka menggantungkan kehidupan mereka dan
keluarga. Namun mereka tak bisa berbuat apa-apa ketika para penjual culas itu
selalu berbohong tentang berat karet yang petani jual. Sistem perdagangan yang
seperti ini sangat membuat petani karet di Cichoeira tertindas. Para petani
juga dilarang mendirikan Serikat Kerja, jika ada yang dengan sengaja
mendirikannya, maka mereka akan dibakar. Keadaan yang sangat mengerikan, dan
masih berjalan sampai tahun 1983 pada saat itu.
Pada tahun yang sama, sebuah perusahaan dari
Amerika ingin membuka lahan untuk mendirikan peternakan di kawasan Hutan Hujan
Amazon. Akhirnya para petinggi negara melakukan penebangan dan pembakaran hutan
untuk membuka lahan. Padahal pohon-pohon itu adalah mata pencaharian dari warga
Cechoeira. Untuk melawan mereka yang ingin melakukan pembukaan lahan, penduduk
Cechoeira mendirikan Serikat kerja yang dipelopori oleh aktifis gereja bernama
Wilson Pinheiro. Bersama Wilson, Cicho dan para penduduk melakukan perlawanan
dengan harapan para pekerja yang menebangi pohon dan membakarnya bisa mengerti
harapan mereka. Awalnya memang para pekerja mundur, namun kemudian mereka
datang kembali.
Baru saja penduduk mendirikan serikat kerja yang
dipelopori oleh Wilson Pinhero, mereka sudah mendapat cobaan dengan terbunuhnya
Wilson. Setelah kematian Wilson, Cicho menggantikannya memimpin serikat kerja.
Tidak mudah memang, karena ancaman kematian Cicho berada di sekitarnya. Kapan
saja dan di dimana saja Cicho bisa terbunuh. Perjuangan Cicho mendapat
perhatian dari Stave Kaye, seorang pembuat film dokumenter. Awalnya cicho
menolak, jika aksinya dan para warga di abadikan dalam sebuah film, namun
akhirnya cicho luluh dengan tawaran Stave.
“Usaha tidak akan mernah menghianati hasil”,
inilah yang dilakukan oleh Cicho. Dia tidak mengenal lelah, atau pun takut
dengan ancaman yang jelas menghadang di depannya. Dia tetap maju, tidak hanya
dengan membentuk Serikat Kerja, namun juga mencalonkan diri dalam pemilihan
kepala Negara Bagian. Namun karena Cicho dan teman-temannya tidak memiliki
modal yang banyak, orang-orang tidak berminat memilih Cicho. Mental Cicho tidak
mengecil karena hal ini, karena menurutnya kepemimpinan tidak bisa dibeli
dengan uang.
Pada sebuah kesempatan, Cicho ditemani oleh Stave
pergi ke Miami, Amerika Serikat. Di tempat itu ia berusaha membangnun koalisi,
namun orang-orang di sana menyepelekan Cicho. Cicho sempat marah terhadap
kondisi, namun dia berhasil menyampaikan gagasannya lewat sebuah pers. Lewat
langkah ini Chico berhasil menghentikan oprasi yang dilakukan oleh perusahaan
yang sedang melakukan pembukaan lahan. Berkat usaha yang dilakukan oleh Cicho, akhirnya warga Cachoeira pun dapat berlapang
dada.
Kemudian pihak kapitalis melakukan perundingan
dengan Cicho selama sehari semalam. Namun perindungan itu tidak memberikan
hasil bagi pihak kapitalis, justru memberika kabar gembira untuk Cicho dan
warga Cachoeira. Setelah perundingan ini, pihak kapitalis mengembalikan kembali
lahan yang tadinya akan dijadikan pertenakan kepada warga Cachoeira. Akibat
kejadian ini, ada pihak lain yang pernah menjalin relasi dengan kaum kapitalis
marah. Pada suatu malam salah satu pengikut dari kelompok yang membenci Cicho
melakukan penyerangan kepada Cicho, akhirnya Cicho tewas dengan luka tembak di
dadanya.
Kejadian ini menyadarkan dunia, tentang perjuangan
tanpa kekerasan yang dilakukan Cicho dan warga Cachoeira. Tentang arti penting
hutan bagi kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup di muka Bumi ini. Setelah
kejadian ini pemerintah Brazil menyatakan 2,5 juta wilayah sekitar Cachoeira
akan dilindungi selamanya oleh hukum dari penebangan, pembukaan dan pembakaran.
Tempat itu sekarang dinamakan Suaka Alam Cicho Mendes.
C.
Analisis
pelaku
1.
Helio
2.
Nilo Sergio
3.
Darli Aves
4.
Tn. Galvao
(calon wakil negara bagian)
D.
Analisis
korban
1.
Cicho Mendes
(pengusung gerakan serikat gerakan pedesaan)
2.
Wilson
Pinheiro (seseorang yang membangkitkan semangat masyarakat agar bisa terlepas
dari belenggu dominasi kaum kapitalis yang tidak ada habisnya dan sebagai orang
pertama yang menggagas dan memimpin organisasi “sarikat pekerja pedesaan”).
3.
Jair Inglezias
4.
Warga
Cachoeira
E.
Advokasi
Advokasi merupakan sebuah upaya yang dilakukan
untuk mengubah kebijakan yang merugikan masyarakat. Kebijakan yang merugikan
bisa kita saksikan seperti yang ada di dalam film. Ada banyak cara advokasi
yang bisa dilakukan, salah satunya cara yang dilakukan oleh Cicho Mendes. Cicho
Mendes melakukan advokasi tanpa kekerasan, ini lah yang istimewa darinya.
Langkah-langkah advokasi dari film ini
1.
Menentukan
masalah
Pembebasan lahan untuk dibuat peternakan, yang
mengakibatkan warga sebuah desa kehilangan matapencahariannya.
2.
Pembentukan
tim
Wilson Pinhero yang kemudian digantikan oleh Cicho
Mendes membentuk Serikat Kerja.
3.
Sosialisasi
masalah ke publik
Cicho
menyampaikan gagasannya lewat sebuah Pers
4.
Jalur advokasi
Jalan advokasi yang diambil Cicho dan
kawan-kawannya tanpa senjata, tanpa kekerasan.
5.
Melakukan
negosiasi, atau perundingan masalah untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar