Minggu, 02 Oktober 2016

Kehidupan untuk Cachoeira "The Burning Season"

Kehidupan untuk Cachoeira
“ THE BURNING SEASON”
Judul film : The Burning Season
Sutradara : John Frankenheimer
Tahun produksi : 1994
Rumah produksi : Warner Bros, USA
Durasi : 118 menit

A.   Setting
Cachoeira-Xapuri, merupakan tempat di sekitar hutan Amazon yang tepatnya berada di Brazil. Daerah ini terdapat banyak pohon karet, sehingga para penduduk sekitar kebanyakan bekerja sebagai penyadap karet.


B.    Narasi film
Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata di kawasan Hutan Hujan Amazon. Kisah yang penuh dengan perjuangan penduduk Cachoeira untuk mempertahankan sumber kehidupan. Kisah yang menceritakan bagaimana Cicho Mendes dan penduduk melakukan perlawanan tanpa kekerasan. Dari sini mereka akan melakukan sebuah perubahan besar, untuk Brazil dan Dunia.
Hutan Hujan Amazon, menjadi rumah untuk para penyadap karet di Cachoeira. Di hutan ini mereka menggantungkan kehidupan mereka dan keluarga. Namun mereka tak bisa berbuat apa-apa ketika para penjual culas itu selalu berbohong tentang berat karet yang petani jual. Sistem perdagangan yang seperti ini sangat membuat petani karet di Cichoeira tertindas. Para petani juga dilarang mendirikan Serikat Kerja, jika ada yang dengan sengaja mendirikannya, maka mereka akan dibakar. Keadaan yang sangat mengerikan, dan masih berjalan sampai tahun 1983 pada saat itu.
Pada tahun yang sama, sebuah perusahaan dari Amerika ingin membuka lahan untuk mendirikan peternakan di kawasan Hutan Hujan Amazon. Akhirnya para petinggi negara melakukan penebangan dan pembakaran hutan untuk membuka lahan. Padahal pohon-pohon itu adalah mata pencaharian dari warga Cechoeira. Untuk melawan mereka yang ingin melakukan pembukaan lahan, penduduk Cechoeira mendirikan Serikat kerja yang dipelopori oleh aktifis gereja bernama Wilson Pinheiro. Bersama Wilson, Cicho dan para penduduk melakukan perlawanan dengan harapan para pekerja yang menebangi pohon dan membakarnya bisa mengerti harapan mereka. Awalnya memang para pekerja mundur, namun kemudian mereka datang kembali.
Baru saja penduduk mendirikan serikat kerja yang dipelopori oleh Wilson Pinhero, mereka sudah mendapat cobaan dengan terbunuhnya Wilson. Setelah kematian Wilson, Cicho menggantikannya memimpin serikat kerja. Tidak mudah memang, karena ancaman kematian Cicho berada di sekitarnya. Kapan saja dan di dimana saja Cicho bisa terbunuh. Perjuangan Cicho mendapat perhatian dari Stave Kaye, seorang pembuat film dokumenter. Awalnya cicho menolak, jika aksinya dan para warga di abadikan dalam sebuah film, namun akhirnya cicho luluh dengan tawaran Stave.
“Usaha tidak akan mernah menghianati hasil”, inilah yang dilakukan oleh Cicho. Dia tidak mengenal lelah, atau pun takut dengan ancaman yang jelas menghadang di depannya. Dia tetap maju, tidak hanya dengan membentuk Serikat Kerja, namun juga mencalonkan diri dalam pemilihan kepala Negara Bagian. Namun karena Cicho dan teman-temannya tidak memiliki modal yang banyak, orang-orang tidak berminat memilih Cicho. Mental Cicho tidak mengecil karena hal ini, karena menurutnya kepemimpinan tidak bisa dibeli dengan uang.
Pada sebuah kesempatan, Cicho ditemani oleh Stave pergi ke Miami, Amerika Serikat. Di tempat itu ia berusaha membangnun koalisi, namun orang-orang di sana menyepelekan Cicho. Cicho sempat marah terhadap kondisi, namun dia berhasil menyampaikan gagasannya lewat sebuah pers. Lewat langkah ini Chico berhasil menghentikan oprasi yang dilakukan oleh perusahaan yang sedang melakukan pembukaan lahan. Berkat usaha yang dilakukan oleh Cicho,  akhirnya warga Cachoeira pun dapat berlapang dada.
Kemudian pihak kapitalis melakukan perundingan dengan Cicho selama sehari semalam. Namun perindungan itu tidak memberikan hasil bagi pihak kapitalis, justru memberika kabar gembira untuk Cicho dan warga Cachoeira. Setelah perundingan ini, pihak kapitalis mengembalikan kembali lahan yang tadinya akan dijadikan pertenakan kepada warga Cachoeira. Akibat kejadian ini, ada pihak lain yang pernah menjalin relasi dengan kaum kapitalis marah. Pada suatu malam salah satu pengikut dari kelompok yang membenci Cicho melakukan penyerangan kepada Cicho, akhirnya Cicho tewas dengan luka tembak di dadanya.
Kejadian ini menyadarkan dunia, tentang perjuangan tanpa kekerasan yang dilakukan Cicho dan warga Cachoeira. Tentang arti penting hutan bagi kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup di muka Bumi ini. Setelah kejadian ini pemerintah Brazil menyatakan 2,5 juta wilayah sekitar Cachoeira akan dilindungi selamanya oleh hukum dari penebangan, pembukaan dan pembakaran. Tempat itu sekarang dinamakan Suaka Alam Cicho Mendes.


C.   Analisis pelaku
1.    Helio
2.    Nilo Sergio
3.    Darli Aves
4.    Tn. Galvao (calon wakil negara bagian)
D.   Analisis korban
1.    Cicho Mendes (pengusung gerakan serikat gerakan pedesaan)
2.    Wilson Pinheiro (seseorang yang membangkitkan semangat masyarakat agar bisa terlepas dari belenggu dominasi kaum kapitalis yang tidak ada habisnya dan sebagai orang pertama yang menggagas dan memimpin organisasi “sarikat pekerja pedesaan”).
3.    Jair Inglezias
4.    Warga Cachoeira
E.    Advokasi
Advokasi merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mengubah kebijakan yang merugikan masyarakat. Kebijakan yang merugikan bisa kita saksikan seperti yang ada di dalam film. Ada banyak cara advokasi yang bisa dilakukan, salah satunya cara yang dilakukan oleh Cicho Mendes. Cicho Mendes melakukan advokasi tanpa kekerasan, ini lah yang istimewa darinya. Langkah-langkah advokasi dari film ini
1.    Menentukan masalah
Pembebasan lahan untuk dibuat peternakan, yang mengakibatkan warga sebuah desa kehilangan matapencahariannya.
2.    Pembentukan tim
Wilson Pinhero yang kemudian digantikan oleh Cicho Mendes membentuk Serikat Kerja.
3.    Sosialisasi masalah ke publik
Cicho menyampaikan gagasannya lewat sebuah Pers
4.    Jalur advokasi
Jalan advokasi yang diambil Cicho dan kawan-kawannya tanpa senjata, tanpa kekerasan.
5.    Melakukan negosiasi, atau perundingan masalah untuk mencari jalan keluar yang terbaik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar