Senin, 14 September 2015

Hidup itu perjuangan
Oleh Sufi Amalia

Aku menyukai sebuah kata bijak dari seorang yang luar biasa, beliau adalah Imam Syafi’i, begini katanya “Biarkan waktu berlalu dengan segala suka dukanya. Lapangkan jiwa dalam menerima segala keputusan tuhan. Jangan bersedih karena kejadian yang menyakitkan, sebab segala peristiwa di dunia ini tidak ada yang kekal. Jadilah dirimu sebagai manusia yang tangguh terhadap segala cobaan dan tantangan, agar keberhasilan menghampirimu kelak”. Aku mengingat kalimat ini yang selalu ayah sampaikan kepadaku. Aku menyukainya, sangat. Kalimat ini yang membantuku berdiri di atas keterpurukanku. Mungkin begitu juga dengan ayah, dan kedua adik lelakiku.

Rabu, 17 Juni 2015


Aku akan Tua
Oleh Sufi Amalia
Seperti matahari yang akan tenggelam. Bintang yang menghilang saat fajar menyingsing. Kayu yang akan lapuk dan akhirnya patah. Besi yang berkarat. Aku seperti itu dan tak abadi. Aku akan meninggalkanmu, dan membuatmu sendirian tanpa aku. Kau akan sendiri seperti bintang malam saat bulan bersembunyi dibalik awan.
Saat semua berubah mukinkah kau akan tetap di sini dan bersamaku?. Mataku tak akan bisa melihatmu, telingaku tak bisa mendengar tenangnya suaramu, lidahku tak bisa merasakan lagi gurihnya masakanmu, hidungku tak bisa lagi mencium bau wangi dari arah dapur, Tanganku tak bisa lagi menjagamu, dan memelukmu. Kakiku tak bisa lagi berjalan mendekatimu. Semua akan beruabah. Tak lagi semanis seperti awal pertemuan kita.
Mengingatmu di bawah langit senja membuatku nyaman. Meski kau tak bisa lagi duduk bersamaku. Aku merindukanmu. Sungguh. Teringat saat senja menghantar langkahku kepadamu. Bersih wajahmu meluluhkanku. Semua janji tentang masa depan kau berikan kepadaku. Kau berjanji menuntunku menuju taman surga. Terimakasih untuk senja yang telah mempertemukan kesederhanaan cinta kami. Maaf karena aku tak sempurna. Maaf karena masakanku terlalu Asin, bahkan kau tak pernah mengeluh, meski sudah ku paksa. Haruskah aku tersenyum sendiri mengingatmu? Hari ini aku memasak sayur Asem dan Balado Teri. Aku ingat ini masakan kesukaanmu. Aku membuatnya karena aku sungguh merindukanmu.
Senja...aku ingat saat aku pulang dan menemukan gadis tua itu duduk di kursi lapuk menunggu tubuh renta ini. Tak pernah sekalipun aku melihat cemberut wajah tuanya. Meski waktu telah membuatnya tampak kurus kering tapi dia tetap cantik. Dia wanitaku. Terimakasih telah hidup menemaniku. Aku teringat sayur Asem dan Balado Teri buatannya. Aku tau rasanya Keasinan, namun semua berubah manis karena senyuman tua itu. Aku tak bisa melihatnya kecewa. Aku ingin tetap seperti ini, duduk dengannya menunggu waktu berlalu. Namun aku takut senja... aku takut jika suatu saat dia akan kesepian tanpaku. Aku teringat saat tubuh tua dan kotor ini dia bersihkan. Aku mengingat nasehatnya saat aku merokok. Dan saat itu aku berjanji tak akan membuatnya takut karena rokok.
Senja...aku takut membuatnya marah karena rokok. Aku hanya ingin dia sehat, dan terus bersamaku. Aku tak ingin banyak hal darinya, aku hanya ingin dia sehat. Cukup hanya itu.
Senja itu, dia memegang tanganku dan berkata “kenapa tanganmu kasar sekali?” aku hanya terdiam. “Ma’af... karena aku membiarkan kedua telapak tanganmu bekerja keras.” Dia menangis, dan berbaring dipangkuanku. “kelak saat tangku ditanya dia akan menjawab bahwa tangan ini telah bersusah payah mencuci, memasak untukmu.”  Terimakasih telah memilih wanita bodoh sepertiku untuk bersanding denganmu. Maaf atas kekuranganku. Maaf, karena tak ada lengkingan kecil memanggilmu “Ayah”. Maaf karena hanya aku yang berbaring disampingmu.
Teringat saat butiran bening itu memenuhi mata teduhnya. Dia memintaku untuk pergi, namun sungguh aku tak bisa. Aku hidup untuk melengkapinya. Tak ada yang lain. Cukup hanya dia dan aku saja untuk melukis kisah kami diatas langit senja. Terimaksih telah bertemu denganku, dan menjadi bagian dari kisahku. Aku merindukanmu selalu.
Kini kisah ini menjadi bagian dari alam. Berhembus lembut mengikuti arah angin dan menyelimuti setiap cinta. Terimakasih telah hidup dan pernah hadir dalam memoriku, memberi kesempatan untukku menulis tentang kalian. Memperkenalkan kisah ini kepadamu yang masih Allah rahasiakan dariku._Sufi PJJ

                                             


Rabu, 27 Mei 2015

DAKWAH USTMAN BIN AFFAN DAN ALLI BIN ABI THALIB



DAKWAH USTMAN BIN AFFAN DAN

ALI BIN ABI THALIB

Makalah Ini Disusun dalam Rangka Memenuhi  Tugas
Mata Kuliah Sejarah Dakwah
Dosen Pengampu : Suisyanto



Disusun Oleh:
Sufi Amalia
Siti Nuzulul Istiqomah


PROGRAM STUDI  ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2015

Kamis, 21 Mei 2015

Ilmu Kesejahteraan Sosial

 

Overview

Seiring dengan perkembangan masyarakat ke arah modern dan kompleks, maka permasalahan sosial di masyarakat menjadi semakin kompleks pula. Salah satu fenomena masyarakat modern adalah melemahnya institusi tradisional, termasuk di dalamnya institusi keluarga, baik keluarga inti maupun batih. Masyarakat yang komunal secara perlahan-lahan digantikan oleh masyarakat individual. Apabila di masa lampau keberadaan keluarga sangat penting sebagai support system bagi seseorang, maka di era saat ini, seseorang yang memiliki persoalan cenderung akan termarginal dan tereksklusi secara sosial. Keluarga cenderung tidak lagi berperan penting dalam memberikan dukungan dan perhatian, karena masyarakat modern yang individualis mengasumsikan bahwa seseorang bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, termasuk menanggung akibat dari persoalan yang dihadapinya. Hal ini menjadi contoh bagaimana keberadaan caring profesionals seperti pekerja sosial/praktisi kessos menjadi signifikan untuk mendampingi individu-individu yang memiliki persoalan emosional dan sosial.
Sebenarnya social work adalah knowledge-based profession yang keberadaannya ditopang oleh tiga pilar, yaitu: body of knowledge, body of skills, dan code of ethics. Untuk menjadi seorang pekerja sosial/praktisi kessos profesional, seorang individu harus memiliki kerangka pengetahuan (body of knowledge) tertentu yang membedakannya dengan pengetahuan yang lain. Selain itu, seorang praktisi pekerja sosial/praktisi kessos harus menguasai keterampilan praktis (body of skills) dalam melakukan intervensi kepada klien dengan tidak melupakan professional code of ethics untuk menjamin perlindungan terhadap hak klien dan terpenuhinya standard of practice.
Di Indonesia, kesadaran untuk melandaskan praktek-praktek pekerjaan sosial yang profesional dengan tiga pilar tersebut nampaknya masih kurang. Seperti yang telah dijelaskan, pendampingan LSM dan organisasi layanan sosial nampak masih bersifat “amatir” dan intuitif. Peluang prodi kessos dalam hal ini menjadi cukup menjanjikan, karena sebagai sebuah program pendidikan, ia mampu untuk menawarkan pengetahuan yang sistematis dan ilmiah, keterampilan praktis maupun pemahaman mengenai kode etik profesi. Tingginya tingkat permintaan tenaga kerja pendamping masyarakat sebenarnya adalah peluang bagi lulusan program studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tenaga pekerja sosial/praktisi kessos profesional yang mampu memberikan layanan profesional sesuai dengan standard of practice dan kode etik profesi menjadi sebuah posisi tawar yang dimiliki oleh luluasan prodi kessos.
Pekerja sosial/praktisi kessos adalah sebuah profesi yang membantu seseorang untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menyelesaikan masalah, keberfungsian sosial, maupun memfasilitasi agar seseorang dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Minimnya dukungan dari negara dalam memberikan pelayanan atau pengadaan kebutuhan dasar masyarakat serta tidak responsifnya negara dalam melindungi hak-hak warga negara, menjadikan keberadaan pekerja sosial/praktisi kessos profesional menjadi sangat diharapkan.
Sebagai masyarakat yang mayoritas Muslim, keberadaan pekerja sosial/praktisi kessos lulusan dari universitas atau sekolah tinggi Islam menjadi sangat penting. Bagaimanapun, seseorang yang religius cenderung untuk mencari solusi dan pendekatan berbasis religius ketika menghadapi masalahnya. Seorang praktisi pekerja sosial/praktisi kessos dituntut untuk memahami agama sebagai a natural healing system bagi pengikutnya. Agama berfungsi sebagai sistem penyembuhan alami yang bisa digunakan oleh seseorang yang spiritual untuk mengatasi masalah, beradaptasi, atau bertahan sehingga ia akan mampu untuk melakukan transformasi personal. Seorang pekerja sosial/praktisi kessos di Indonesia, dengan demikian, perlu untuk memiliki sensitifitas dan kompetensi berbasis religius dalam praktek profesionalnya.
Sebagai sebuah profesi yang menwarkan pendekatan person-in-environment melalui pendekatan holistik dan bersifat multidisipliner, menjadikan peluang pekerja sosial/praktisi kessos semakin lebar untuk menjadi pendamping di masyarakat tersebut. Pendekatan pekerja sosial/praktisi kessos yang holistik dan menyebabkan ia lebih memiliki flexibility (keluwesan) dalam memilih peran. Pekerja sosial/praktisi kessos melakukan praktek di tiga level, yaitu level mikro (individu), level mezzo (keluarga/kelompok sebaya), dan level makro (institusi agama, dan lain-lain). Pekerja sosial/praktisi kessos bukan hanya mampu untuk berperan sebagai konselor, tapi juga ia mampu untuk menjadi edukator, advokat, broker, peneliti, perencana kebijakan, community organizer, mediator, dan rekonsiliator.
Prodi IKS sudah terakreditasi BAN-PT Kemendiknas dengan nilai B.
Visi Jurusan
Menjadi Prodi yang terpercaya dan berkarakter dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera
Misi Jurusan
  • Menyelenggarakan pendidikan kesejahteraan sosial yang profesional.
  • Membangun dan menanamkan karakter humanis dan egaliter
  • Melakukan riset dan pengkajian bidang kesejahteraan sosial
  • Memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada masyarakat
  • Membangun kerjasama dengan penyelenggara kesejahteraan sosial
Tujuan Jurusan
  • Meluluskan sarjana yang berkarakter dan profesional
  • Menghasilkan karya penelitian terapan dan teori kesejahteraan sosial
  • Memiliki jaringan kerja yang luas dalam penyelenggaraankesejahteraan sosial
  • Membangun kepercayaan masyarakat terhadap Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial


by: https://dakwahuinsuka.wordpress.com/

Senin, 06 April 2015

 teman sufi
dari sebuah perbedaan kami dapat hidup bersama layaknya sebuah keluarga besar. di sini (almamater tercinta SMA MA'ARIF NU 1 KEMRANJEN) kami belajar untuk hidup, menangis, tertawa, marah, cemburu...semuanya ada di sini seperti gado-gado sgala jenis sayur bercampur jadi satu. rasanya pun ada pedas manis, asin...hahaha aku rindu mereka, rindu putih abu-abu...terimakasih untuk waktu bersama kalian, aku menyukainya sungguh...semoga kelak kita bisa bersama. Amin.